Pada postingan sebelumnya saya memulai dari Juni tahun 2009.
Agar postingannya beruntun, kali ini saya akan membahas yang terjadi beberapa bulan setelah Juni 2009, yaitu April 2016.
Tepatnya tanggal 20 April 2016 atau yang tidak bertepatan dengan hari apapun yang penting untuk saya,
sebagai mahasiswayang baik saya mengikuti mata kuliah Patobiologi kehamilan, persalinan dan Nifas.
Dosen kami yang selalu memakai baju merah, tapi bukan gadis berkerudung merah, DR.dr. Isyharyah Sunarno, Sp.OG (K) hari itu membawakan materi Sistem Endokrin dalam kehamilan.
Judulnya biasa saja bahkan cenderung membosankan, tapi setelah dijelaskan TERNYATA tidak membosankan *sujudsyukur.
Dr.Ai (nama panggilan si dosen Merah) merupakan salah satu dosen yang cara mengajarnya 'uuuuu' jadi materi apapun yang dibawakan beliau bisa masuk dengan santai menelusuri semak belukar otak saya yang semakin uzur.
Oke kembali ke sistem endokrin.
Materi ini menarik karena ternyata si endokrin 11 koma 12 dengan sistem jodoh *uhuk.
Maklum, dengan usia rata rata di atas 25 tahun (FYI, saya masih 24 tahun), teman teman di kelas yang belum berkeluarga dan mengidap jomblo akan sangat sensitif dengan kata 'JOODOOH DOH DOH DOH DOH' *hentikan roma!
Saat kata ajaib ini disebut, teman yang sedang berdiri bakalan duduk, yang lagi tidur akan bangun, dan yang sedang makan kudu berhenti makan, karena makanannya dikeroyok sama teman yang duduk dan baru bangun. Kasihan,
Dalam sistem endokrin, Dr.Ai menjelaskan bahwa Hormon hanya akan bekerja pada target tujuannya.
Contoh hormon oksitosin, setelah hipofisis memproduksi oksitosin, doi bakalan melanglang buana menuju uterus tanpa mampir nongkrong di tempat manapun.
Meskipun banyak organ lain yang dilewati dalam perjalanannya doi tetap fokus menuju uterus.
Seperti jodoh, mau sejauh apapun jaraknya, sebanyak apapun mantannya, toh pada akhirnya seseorang hanya akan 'bekerja' pada jodohnya masing-masing.
Itu pertama, kedua, hormon ternyata meskipun sudah di produksi dan sudah diperintahkan menuju target, jika reseptor pada target rusak maka hormon tidak akan bekerja secara maksimal.
Hubungannya dengan jodoh apa?
Yah, jika dianalogikan dengan jodoh, ternyata jodoh yang kita dapatkan akan baik jika kita, cewek sebagai reseptor juga baik.
Ini sesuai dengan firman Allah swt surah An Nur ayat 26 *bukaqur'an baca !
Ketiga, karena malam semakin larut dan perut keroncongan jadi cukup 2 analogi yang nyentil pikiran saya tentang jodoh dan sistem endokrin, hehehehee
Pada akhirnya kita harus percaya pada setiap rencana Tuhan, karena kita hidup dalam rencana Tuhan.
Agar postingannya beruntun, kali ini saya akan membahas yang terjadi beberapa bulan setelah Juni 2009, yaitu April 2016.
Tepatnya tanggal 20 April 2016 atau yang tidak bertepatan dengan hari apapun yang penting untuk saya,
sebagai mahasiswa
Dosen kami yang selalu memakai baju merah, tapi bukan gadis berkerudung merah, DR.dr. Isyharyah Sunarno, Sp.OG (K) hari itu membawakan materi Sistem Endokrin dalam kehamilan.
Judulnya biasa saja bahkan cenderung membosankan, tapi setelah dijelaskan TERNYATA tidak membosankan *sujudsyukur.
Dr.Ai (nama panggilan si dosen Merah) merupakan salah satu dosen yang cara mengajarnya 'uuuuu' jadi materi apapun yang dibawakan beliau bisa masuk dengan santai menelusuri semak belukar otak saya yang semakin uzur.
Oke kembali ke sistem endokrin.
Materi ini menarik karena ternyata si endokrin 11 koma 12 dengan sistem jodoh *uhuk.
Maklum, dengan usia rata rata di atas 25 tahun (FYI, saya masih 24 tahun), teman teman di kelas yang belum berkeluarga dan mengidap jomblo akan sangat sensitif dengan kata 'JOODOOH DOH DOH DOH DOH' *hentikan roma!
Saat kata ajaib ini disebut, teman yang sedang berdiri bakalan duduk, yang lagi tidur akan bangun, dan yang sedang makan kudu berhenti makan, karena makanannya dikeroyok sama teman yang duduk dan baru bangun. Kasihan,
Dalam sistem endokrin, Dr.Ai menjelaskan bahwa Hormon hanya akan bekerja pada target tujuannya.
Contoh hormon oksitosin, setelah hipofisis memproduksi oksitosin, doi bakalan melanglang buana menuju uterus tanpa mampir nongkrong di tempat manapun.
Meskipun banyak organ lain yang dilewati dalam perjalanannya doi tetap fokus menuju uterus.
Seperti jodoh, mau sejauh apapun jaraknya, sebanyak apapun mantannya, toh pada akhirnya seseorang hanya akan 'bekerja' pada jodohnya masing-masing.
Itu pertama, kedua, hormon ternyata meskipun sudah di produksi dan sudah diperintahkan menuju target, jika reseptor pada target rusak maka hormon tidak akan bekerja secara maksimal.
Hubungannya dengan jodoh apa?
Yah, jika dianalogikan dengan jodoh, ternyata jodoh yang kita dapatkan akan baik jika kita, cewek sebagai reseptor juga baik.
Ini sesuai dengan firman Allah swt surah An Nur ayat 26 *bukaqur'an baca !
Ketiga, karena malam semakin larut dan perut keroncongan jadi cukup 2 analogi yang nyentil pikiran saya tentang jodoh dan sistem endokrin, hehehehee
Pada akhirnya kita harus percaya pada setiap rencana Tuhan, karena kita hidup dalam rencana Tuhan.


