Selasa, 14 Juni 2016

KAMU DAN SECANGKIR COKLAT (TIDAK) PANAS PART II

Menikmati seduhan coklat yang masih mengepul. Duduk terpaku sendiri di kursi kayu sudut ruang. Sedari tadi tak sedikit pun rasa kantuk berkunjung sementara sebahagian penghuni nusantara telah terbuai dengan mimpi masing-masing.
Gemercik suara dedaunan di balik jendela sesekali menimpali gerakkan detik jam dinding yang alunannya terdengar semakin nyata.

Waktu telah menunjukkan 01.35 wita, sudah cukup larut, sudah menjadi hari baru, menjadi tanggal yang baru.

Ku raih handphone yang sedari tadi ku abaikan, membuka beragam aplikasi. 
Hm, tak ada yang menarik.
Tak ada yang bisa menyesarkan aliran pikiranku darimu, dari pertanyaanmu, dari “kita”. Ia masih menggebu, liar dan mencegah setiap kantuk yang hendak berkunjung.

Ku ambil secarik kertas dan pena. Ku tambatkan beberapa coretan di tubuhnya yang kosong.
Ku tulis semua hal tentang mu, hal yang menurutku baik dan semua hal yang kemarin mentransformasikan kita menjadi aku dan kamu.
Belum separoh tubuhnya terisi aku berhenti, ini sia-sia.
Bahkan jika hal tidak baik tentang mu terisi penuh, aku tau itu tidak akan membuatku dengan yakin untuk mengatakan tidak. Ada satu yang merungkupi semua ketidak baikkan pun kesalahanmu.

Ku raih kembali handphone yang tergeletak di atas kasur.
Pukul 02.44 wita.
Aku memilih kontak dan menyetuh tombol dial. Yah aku butuh teman bicara dan aku tau siapa.
Beberapa kali bunyi tuuutt terdengar jelas hingga ada jawaban di ujung sana.

“Hallo” Sapamu dengan suara berat.
“Sudah tidur?” tanyaku
“Baru saja beberapa menit yang lalu, ada apa?” tanyamu
“Umm, tidak. Aku hanya mencari teman bicara”
“Kalau begitu bicaralah, aku siap mendengarkan. Bytheway jam segini belum tidur?

Tak butuh waktu lama untuk menjadikan ini obrolan yang cukup menenangkan.
Pukul 04.10 wita akhirnya rasa kantuk berhasil mengunjungiku, kita mengakhiri obrolan berdurasi sejam lebih itu.
Aku merangkak menuju kasur, memeluk guling, memikirkan mu dan tersenyum.
I find the answer !

07.30 wita suara alarm menekan sel sensori organ Korti indera pendengaranku, impulsnya segera menuju ke pusat pendengaran dan diterjemahkan sebagai perintah untuk bangun dilengkapi tiga tanda seru.
Kelopak mata ku masih terasa sangat berat, seolah bersitegang untuk menyembunyikan pupil, lensa, kornea, retina dan kerabatnya.

Kubayangkan wajah Prof. Mustafa, dosen “baik hati” yang akan mengisi kelas 1 jam dari sekarang. Aah, impuls mengingat beliau jauh lebih cepat dan menekan dibanding alarm.

Kuseret tubuhku menuju kamar mandi dan segera bersiap menuju kampus. 08.10 wita aku telah seutuhnya siap, meski rasa kantuk masih bergelayut di pelupuk mata.

Aku mengikuti kelas dengan tertatih hingga pukul 14.00 wita, setelah itu bergegas ke tempat kita biasa bertemu.

Kamu sudah tiba lebih dulu ternyata.
Aku segera memesan Caramel Frappucino. Salah satu favorit di kafe ini. Rasa kopinya yang kuat dipadu karamel, susu, es dan disempurnakan dengan topping whipped cream cocok dinikmati saat matahari sedang bersemangat berbagi kehangatan.

”Tumben tidak memesan coklat” kamu berceletuk.
“Saya butuh sedikit caffein, ada beberapa laporan yang harus diselesaikan malam ini”

Kita pun larut dalam obrolan, berbagi cerita sambil menikmati minuman masing-masing termasuk jawaban atas pertanyaanmu yang berhasil mengusik pikiranku.

Senja mulai menyeruak, cahaya keemasan matahari secara malu-malu mulai menyapa.

“Kita akan tetap berteman bukan?” tanyaku diakhir pertemuan itu.
“Um, bukannya kamu memang selalu memutuskan apapun yang kamu mau” jawabmu sambil tertawa.

Akupun meninggalkan mu di kafe itu. Rasanya seperti melepaskan beban yang telah lama membatu.
Yah, aku memutuskan untuk tetap mengaggapmu teman.
Pernah menjadi bagian masa lalu namun kurasa tak cukup bijak mengajakmu kembali ke waktu kini.
Mungkin ada rasa yang tertinggal untukmu, mungkin ada ruang yang masih menjadi diammu.
Tapi ada hal yang masih sama ada padamu sejak dulu sampai sefajar tadi kita bercengkrama.

Kamu dan secangkir coklat.

Secangkir coklat yang dapat kunikmati dengan siapapun selain kamu.

Minggu, 22 Mei 2016

HUJAN

Hujan adalah kisah,

Tetesnya menyeret sepenggal tawa

Ragaku terbelenggu di pojok kisah, dirajam cerita.

Jika beruntung tak kan ada petir menjerit

Jika beruntung tak kan ada pelangi berkelit

Matahari tak peduli padamu

Seperti aku tak peduli pada hujan di hulu

Bahkan jika tetes kita terpaut (lagi)

Raga senyampang saling memadu

Matahari takkan peduli padamu . . 


                                        22.5-1.51Am                                                      
  
                                                -g

Rabu, 18 Mei 2016

KAMU DAN SECANGKIR COKLAT (TIDAK) PANAS

Ku aduk perlahan secangkir coklat yang panasnya semakin tidak terasa. 
Berulang kali aku menatap ke luar, berharap ada sosokmu yang segera muncul. 
Ku pandangi sekali lagi jam yang melingkar di pergelanganku. 17.27 wita 
Nyaris 2 jam aku menunggu. 


Tiba-tiba kamu menyapa, membuyarkan lamunanku tentang kisah kita dulu, iya di sini, di tempat kita selalu... 
Ah sudahlah aku tidak ingin mengingat kenangan 4 tahun bersamamu.

"Maaf, saya terlambat, ada JPO yang ambruk di Soedirman." Katamu mengawali pertemuan sore itu.

"Tak masalah, saya juga belum lama tiba di sini" jawabku sambil tersenyum 

Rasanya berbeda, melihatmu tepat di hadapanku setelah 2 tahun tidak bertemu. 
Kamu mengeluarkan beberapa barang dari saku mu, aku melihat kotak marlboro putih yang tampak lecek menjadi salah satunya. Ternyata kamu masih setia dengannya. 

"Bagaimana, sudah mengambil keputusan?" Katamu lagi sambil menikmati seduhan kopi hitam sang empunya kafe.

Pertanyaan itu entah sudah berapa kali terulang sejak semalam. 
Tapi aku bahkan tidak tau bagaimana hatiku mendeskripsikan tentangmu.
Aku tidak membencimu, tidak sedikitpun. Tapi saat memutuskan pergi, tak sekalipun namamu kusebut.

"Saya perlu sedikit waktu" Jawabku

Keningmu mengkerut, aku tau kamu tidak menyukai ini.
Ku genggam tanganmu. Mimik wajahmu berubah tenang.
Saat itu juga aku mengutuk diriku sendiri. Semua tembok kokoh yang ku bangun dalam 2 tahun, hancur seketika. Mungkin kamu benar, 2 tahun tak mengubah apapun tentang arti kita.
Mungkin,

Kamu kembali menceritakan banyak hal.
Tentangmu, tentangnya, tentang kita.
Kamu tersenyum, kamu tertawa. Aku tersenyum, aku tertawa.

Ku biarkan kamu terus berbicara.
Aku mungkin menikmati setiap kata yang terucap dari bibirmu.
Kupandangi wajahmu lamat. Masih....
Masih seperti dulu. Aku tertunduk.

Aku memutuskan mengakhiri pertemuan kita dengan janji akan bertemu kembali.

"Janji bertemu secepatnya?" 

Aku tertawa, mengangguk.

Aku melangkah meninggalkanmu. Tiap langkah terasa seperti puzzle yang menyatukan setiap kenangan kita.


Kamu tiba-tiba datang dengan tergesa. 

"Maaf sayang, saya bertemu teman lama dan terpaksa menemaninya terlebih dahulu". Kamu menjelaskan dengan cepat.

Aku diam, marah. Iya marah. 
Sedari tadi nyaris tiap menit aku menghubungimu namun tak ada jawaban. 
Aku mengutuk 2 jam waktuku yang terbuang karena alasan bodohmu. Dan Itu menjadi saat terakhir kita bertemu di kafe ini, 2 tahun lalu.


Aku terus melangkah, menjauh. Di pelataran kafe sosok yang sangat ku kenal tersenyum hangat menyambutku. Dia .

"Lama menunggu?" aku tersenyum menyapanya.
"Sangat lama, ayo pergi!" Dia tertawa

Sebelum pergi aku menoleh ke tempatmu, entah apa yang membuatku melakukannya . 
Aku melihatmu tersenyum, akupun tersenyum. 

Tiba tiba pipiku terasa hangat. 
Aku segera berbalik namun kurasakan itu semakin hangat. 
Aku menangis, yah menangis.
Tangis yang seharusnya kuberikan untukmu 2 tahun lalu.


Agak aneh tulis yang seperti ini 😅 
Yah ini tulisan fiktif, efek melting di malam minggu yang draftnya sudah dibuat dari bulan lalu, bahkan jauh sebelum draft tulisan sebelumnya dibuat 😁

Selasa, 17 Mei 2016

AADC?

Hari ini saya kembali mencoba untuk memberi coretan pada blog saya. Agak sulit sebenarnya mencari sesuatu untuk ditulis. Meskipun bahan mentahnya banyak, tetapi wajan untuk mengolahnya kotor semua #eh.

Ok, tulisan ini akhirnya membuat kerangkanya sendiri pada saat saya sedang melakukan salah satu tugas perempuan yaitu di kasur, di dapur dan di sumur mencuci piring. 
Check it out !

AADC ?
Buat kawula muda ataupun yang nyaris di penghujung masa muda tetapi belum sempat nonton film ini.
Tenang ! tulisan ini hadir untuk tidak menjawab rasa penasaran kalian.
Saya takut mas rangga kecewa kalau saya jadi spoiler.

Biar kekinian, saya mengikuti antrian 2 juta penduduk ASIA lainnya menonton sekuel AADC? yang part 1 nya sukses pada masa saya masih main kelereng petak umpet tanpa alas kaki di rumah tetangga.
Tapi di tulisan ini, AADC yang di maksud adalah “Ada Apa dengan Captain America”. Karena kedua film ini tayang nya bersamaan, menyatukan mereka adalah keputusan yang tepat.

backsound : Kemesraan ini janganlah cepat berlaluuuuuuuuu

Jadi pada tanggal 3 Mei 2016, saya dan sahabat saya mengunjungi salah satu mall di kota Makassar. Tanpa tergoda badai diskon kita langsung menuju ke Studio XXI untuk menyaksikan “Civil War”.

Begitu tiba di TKP, ternyata masih tutup. Oke, justkid
Begitu tiba di TKP ternyata antriannya sampai di tempat parkir 

Namun karena niat dari awal untuk menonton di premiere, jadi kami tidak perlu menjadi bagian dari ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan jalan selalu riang kemari.
Kami langsung menuju loket premiere dan hanya ada 1 orang di depan kami. 
Saat itu waktu menunjukan pukul 13.00 wita. 
Sebagai mahasiswa kebidanan yang sangat menghargai waktu kami tentu memilih jam tayang yang terdekat, yaitu 14.00.
Sayangnya sudah full seat dan terpaksa mengambil jam 16.55 wita.

Waktu menunggu masih sekitar 3 jam. Sebagai mahasiswa kebidanan yang sangat menghargai waktu, kami segera mengambil langkah seribu menuju studio 21 untuk menonton “Ada Apa dengan Cinta? 2 dan terpaksa menjadi bagian dari ular naga panjangnya bukan kepalang.

Setelah antri sekitar 45 menit. Tiket akhirnya di tangan dan kami segera masuk ke dalam Studio 1.

Kami beruntung, meskipun membeli tiket di injury time kami mendapat kursi paling depan. Iya, PALING DEPAN ! saya jadi tidak enak ati pada mereka yang antri lebih dulu karena dapat kursi paling belakang.

Begitu masuk film nya sudah sampai pada adegan Cinta dan Trian mengumumkan pertunangan mereka. Saya jadi ngenesss -_-
Dengan beribu gaya dan leher yang dipindah tempatkan berkali-kali saya tetap menikmati film yang di sutradarai tante Mira lesmana dan Om Riri Riza ini.

Setelah Cinta dan Rangga akhirnya bertemu di NY dan mengulangi kembali adegan “itu”. Sebagai mahasiswa kebidanan yang sangat menghargai waktu, kami segera mengambil langkah 999 untuk kembali ke studio XXI.
Menunggu sekitar 10 menit dan Civil War pun dimulai. Teng teng teeeengggggg naga dan rajawali bertarung dimana-mana.

Namun karena efek menonton AADC? 2 beberapa menit sebelumnya, imajinasi saya jadi liar menebak-nebak kelanjutan film.

Pada saat daeng Tony Stark menggunakan helly menuju ke penjara di tengah laut, saya jadi khawatir jangan jangan dari helly dia melihat Rangga dan Cinta yang semalam suntuk berkeliaran lalu memberi tahu Trian. Atau pas adegan Tony Stark dan geng cinta bertarung untuk menghalangi Steve Rogers pergi bersama Bucky Barnes. Tiba-tiba Steve jadi baper dan bilang


Alhamdulillah sampai film berakhir semua tebakan saya salah, dan imajinasi liar saya kembali jinak.*sujudsyukur






Minggu, 01 Mei 2016

CEWEK DAN MALL

Hari itu setelah kelas selesai, saya dan sahabat saya (@idhocaint) memutuskan untuk ke perpustakaan mall. Misi utamanya adalah meng-upgrade ios handphone miliknya.

Dengan lebih dari satu namun tidak cukup 3 pertimbangan, kami memutuskan untuk nebeng pada salah satu teman yang rumahnya kebetulan dekat TKP.

Dari perjalanan ini terasa sangat menyedihkan saya mengkategorikan cewek dalam beberapa tipe. Check it out guys 


  • Tipe cewek yang menjunjung tinggi asas manfaat

Tipe cewek ini biasanya sudah punya tujuan utama saat mengujungi mall. Tapi saat tiba di TKP si cewek segera membelah diri seperti amoeba dan mengujungi semua toko, spot, pameran, musholah, basement, kamar mandi, kamar pas, kamar tidur, kamar kosong 13. 
Pokoknya semua dimasukkin bang seolah-olah besok mall -nya bakal pindah ke planet lain.

Seperti pada hang out kami hari itu. 
Sebelum mengunjungi mE Care, kami memutuskan untuk makan karena memang belum makan siang. Oke, ini tentu asas manfaatnya jelas. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxHqZI9oSJauGA4PScFFEDUTqT2us7HEMi3SYYHqXURrxpowG3CzBkydAFysNMP5_0x2BNECPqo5UkWei-XNdgpZBaYC1BllwufWYIm_j1tGsZOqMqHURQsu2XMbla1mr0v70fDUmuv7p7/s200/IMG_1875.JPG


Setelah makan siang, kami segera membuka peta Dora dan menanyakan kepada penonton "mau kemana kita?" ribuan kali hingga Boots mojjo dan memutuskan menemani si buta dari goa hantu.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvG4yOSySyxh1pYsdj9LULmsc9C7XAOf_xBwr1UO6yaI7vTMPDR_QFRiABbOWTMfZswwWiinGa_Fm4B-DObnJbb1ktSgTu0OwxFzBay_f-BvmzBcOoHqM4GK9jPWri03USUbpRfnweWnm3/s200/si_buta_dari_goa_hantu_by_pamunkaze.jpg


Masih konsisten dengan tujuan awal. Saya, ido dan kak Nahira langsung menuju ke mE Care. Mungkin karena kami semua jomblo jadi rentan kena PHP. Hampir sejam nunggu, mas-mas tekhnisi nya tiba-tiba datang ngomong gak pake salam tapi tatanan rambutnya tetap klimis bahwa jaringan wi-fi nya sedang terganggu.
Kami pun pulang ...... tanpa dendam..... ku terima ..... kekalahanku .... *ambiltissu

Key point dari cewek tipe ini adalah mumpung lagi di mall , harus memanfaatkan oksigen pada setiap spot. Jaga-jaga jangan sampai rasanya beda, takut rugi!

  • Tipe cewek yang konsisten
Cewek tipe ini biasanya, setelah mengujungi tujuan utama akan mulai menjalar ke beberapa tempat lain. 
Mulai dari yang terdekat dengan tujuan utama, sedikit menjauh sampai yang ada di luar mall jadi tukang parkir.

Modus awalnya adalah karena melihat sesuatu yang lucu, entah itu barang, orang , orang dalam bentuk barang pokoknya asal lucu pasti mampir.

Tipe ini biasanya konsisten hanya untuk melihat-lihat, tapi saat ada yang disuka si cewek bakalan goyah, lihat isi dompet, keluarin isinya, ya udah dibungkus barangnya. Kelar !

Keypoint dari tipe cewek ini adalah konsisten,
.
.
.
konsisten dengan tipe pertama. *kejangkejang

  •  Tipe cewek discount addict

Dari judulnya sudah jelas. Tipe cewek ini kalau lagi galau, galaunya hilang, yang sakit mendadak sembuh, yang jomblo mendadak gak butuh cowok saat badai discount menyerang.
Sayangnya tipe ini udah akut, menyerang 99% wanita. Alhamdulillah saya tidak termasuk.

Seperti saat hang out hari itu. Saat first goal positif gagal, ido mencetuskan second goal, membeli parfum.
Nota parfum sudah ditangan, kita siap-siap ke kasir. 

Tiba-tiba empat bola mata teman saya tertuju pada lipstik dengan promo “Beli 1 Gratis 1” alhasil sekitar 1 jam mereka sibuk pilah piih lipstik.
Saya duduk di pojokkan sambil bakar menyan, berharap ritual mereka segera berakhir.

Sayangnya syndrome ini seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Salah satu contohnya Rama*yana (maaf nama nya disensor). 

Department store yang satu ini discount nya SEPANJANG SUNGAI NIL TAHUN, bayangkan SEPANJANG TAHUUUUN.

Dari desember sampai desember lagi, tiap hari discount
Macam-macam motif nya, ada motif lebaran, Natal, tahun baru, valentine, cuci gudang, motif kotak-kotak, polkadot, mono chrome. Pokoknya cam macam *warrbiasa
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihp0HkiFrpVlE1B_uFcOPRIHz6ENC808qtGkUVIbMwXSY3OaxPnwwfCvqMSjQd-LI_uw_ZW9GnjUdoTc8x5IcU_V9x45Y4xL49TBXN8YoXQctY5bEn2YcmWwAzAemIHU8trbhwtW99FVAh/s200/Ramayana_Gelar_Diskon_6401.jpg

 Key point dari tipe ini adalah dimana ada discount di situ ada cewek

  •  Tipe cewek irit Low profile

Ini tipe cewek idaman eh langka maksudnya. 
Tipe cewek ini biasanya ke mall dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas gratis yang disediakan. Seperti menghabiskan waktu hingga mall tutup dengan membaca gratis di grame*dia atau toko buku lainnya.
Kalaupun keliling mall, mereka memang sudah punya tekad yang kuat untuk sekedar “cuci mata”. *tepuktangan
Berdasarkan perasaan terakhir saya, tipe cewek ini semakin sulit ditemukan.

Key point dari tipe ini adalah mall tidak selalu tempat menghamburkan uang.
https://pbs.twimg.com/profile_images/2668288717/016bf7ef1c92a60856ae355d84244072_400x400.jpeg
  •  Tipe cewek Path syndrome
Tipe cewek ini datang ke mall hanya untuk check in pemirsa. 
Bayangkan si cewek mandi, dandan pull trus ke mall hanya buat check in path. Niatnya sih biar isi path nya bukan hanya wake up atau sleep.
https://blogger.googleusercontent.com/img/proxy/AVvXsEg2MF36XB78MU9euL-QoRTLJfIbc4j33xqL2eG_L9ERcPOg0yQtBr95_xwSF_HJ4Fr_MTUhTABAkj18GORVsIz3eDtJ8nF1L9WtWsUVbExRL285gp4T2hR1IRWqM-u_ffoV_uG705Asp1SFItPi_ilysfPzcNikX7nu7c74h7ApFkdaBOvXvnD_6zkd5mH-mWGn5n7hV1q9hL3-M6aBYXY

Jadi tipe ini tiap hari gonta-ganti baju, gonta ganti mall, gonta-ganti muka biar eksis di media sosial

Key point dari tipe ini adalah autish.

  • Tipe cewek modus

Tipe cewek ini sebenarnya tidak sedang mengunjungi mall. 
Doi punya tugas kuliah dan deadline judul tesis. Tapi karena mumet doi memilih buat draft untuk isi blog.

Iya, cewek itu yang nulis draft ini, SAYA !

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbi2W1IRWg3nO5KBbCYmb3sZseSz9yvFSzROCPq3x4f99Epo7f4vTJps_ya_gCiC-IGO5UzAfQ4oqaEQY-hogFVN9fxEZUw9WBB-X7efpztbA_0Bk1JCNfEQPXHngkdhpuGx4HtZ1bdb8/s200/Fokus_tujuan.jpg

Dari gambar di atas, saya adalah lingkaran kuning yang tidak mau pindah posisi. dan lingkaran merah adalah blog ini. hahahaa

Key point dari tipe ini adalah FOKUS EUY.




Itu beberapa tipe cewek saat nge-mall. Kalau kalian punya temuan tipe-tipe lain boleh ditambahkan pada kolom komentar *salim

Jumat, 29 April 2016

ANALOGI JODOH DALAM SISTEM ENDOKRIN

Pada postingan sebelumnya saya memulai dari Juni tahun 2009. 
Agar postingannya beruntun, kali ini saya akan membahas yang terjadi beberapa bulan setelah Juni 2009, yaitu April 2016.

Tepatnya tanggal 20 April 2016 atau yang tidak bertepatan dengan hari apapun yang penting untuk saya, 
sebagai mahasiswa yang baik saya mengikuti mata kuliah Patobiologi kehamilan, persalinan dan Nifas. 

Dosen kami yang selalu memakai baju merah, tapi bukan gadis berkerudung merah, DR.dr. Isyharyah Sunarno, Sp.OG (K) hari itu membawakan materi Sistem Endokrin dalam kehamilan.

Judulnya biasa saja bahkan cenderung membosankan, tapi setelah dijelaskan TERNYATA tidak membosankan *sujudsyukur. 

Dr.Ai (nama panggilan si dosen Merah) merupakan salah satu dosen yang cara mengajarnya 'uuuuu' jadi materi apapun yang dibawakan beliau bisa masuk dengan santai menelusuri semak belukar otak saya yang semakin uzur.


Oke kembali ke sistem endokrin. 
Materi ini menarik karena ternyata si endokrin 11 koma 12 dengan sistem jodoh *uhuk.
Maklum, dengan usia rata rata di atas 25 tahun (FYI, saya masih 24 tahun), teman teman di kelas yang belum berkeluarga dan mengidap jomblo akan sangat sensitif dengan kata 'JOODOOH DOH DOH DOH DOH' *hentikan roma!


Saat kata ajaib ini disebut, teman yang sedang berdiri bakalan duduk, yang lagi tidur akan bangun, dan yang sedang makan kudu berhenti makan, karena makanannya dikeroyok sama teman yang duduk dan baru bangun. Kasihan, 


Dalam sistem endokrin, Dr.Ai menjelaskan bahwa Hormon hanya akan bekerja pada target tujuannya. 
Contoh hormon oksitosin, setelah hipofisis memproduksi oksitosin, doi bakalan melanglang buana menuju uterus tanpa mampir nongkrong di tempat manapun. 
Meskipun banyak organ lain yang dilewati dalam perjalanannya doi tetap fokus menuju uterus. 



Seperti jodoh, mau sejauh apapun jaraknya, sebanyak apapun mantannya, toh pada akhirnya seseorang hanya akan 'bekerja' pada jodohnya masing-masing. 

Itu pertama, kedua, hormon ternyata meskipun sudah di produksi dan sudah diperintahkan menuju target, jika reseptor pada target rusak maka hormon tidak akan bekerja secara maksimal. 



Hubungannya dengan jodoh apa? 
Yah, jika dianalogikan dengan jodoh, ternyata jodoh yang kita dapatkan akan baik jika kita, cewek sebagai reseptor juga baik. 
Ini sesuai dengan firman Allah swt surah An Nur ayat 26 *bukaqur'an baca !


Ketiga, karena malam semakin larut dan perut keroncongan jadi cukup 2 analogi yang nyentil pikiran saya tentang jodoh dan sistem endokrin, hehehehee

Pada akhirnya kita harus percaya pada setiap rencana Tuhan, karena kita hidup dalam rencana Tuhan.

CHOICHE OR ACCIDENT

Juni 2009 atau kurang lebih 2495 hari yang lalu. 

Tenang, saya tidak akan menulis sejarah politik Indonesia, tapi sejarah peradaban Yunani. Oke bukan, itu jauh lebih berat.

Dua ribu sembilan bukan tahun kelahiran saya apalagi tahun pernikahan. Juni 2009 adalah saat saya melepas masa paling indah 'katanya' (re:senior high school)


Seperti kebanyakan ababil yang pada zaman itu penemuan ini belum diciptakan, pilihan lanjut studi ke fakultas tertentu menjadi pertanyaan terberat kedua setelah pertanyaan telur atau ayam yang lebih dulu.

Itu juga yang terjadi pada saya. Cita cita sejuta umat yang sejak kecil  ingin jadi dokter agar kaya raya dan bebas nyuntik orang untuk mengobati orang sakit tidak dapat terwujud sejak negara api menyerang. 

Saya yang lahir, berkembang biak, SD, SMP, SMA di Baubau (salah satu kota madya di Sulawesi Tenggara, kepulauan Buton) AKHIRNYA tetap tidak berpindah tempat 😑 

Karena saya perempuan, ibu menyarankan jurusan yang masih berbau kesehatan yaitu membuka klinik tong fang kebidanan di Akbid Buton Raya sebagai angkatan pertama *tepuktangan.

Ibarat anak kecil yang udah ngantuk, dikelonin, tidur, bangun bangun saya sudah wisuda d3 kebidanan (dengan sebutan Amd.Keb) November 2012. 

Semua terjadi begitu saja, dipaksa, terpaksa hingga akhirnya terbiasa.

Namun menjadi bidan mengajarkan saya untuk lebih menghargai orang tua terutama ibu. Proses panjang kehamilan, proses kompleks melahirkan, dan proses santai namun tetap mengancam nifas membuat saya ingin selalu mencium kaki ibu untuk meminta maaf. *jadianakmanis 👼🏻

Rasa 'uuuu' pada saat membantu persalinan seorang bayi membayar berkali-kali lipat raga yang terjaga semalam suntuk. *ngelapkeringat 😁

Oke selesai. September 2013, setelah 264 bulan stay di kota Baubau. Finally, saya diizinkan merantau ke kota daeng *kelilinglapangansambilpegangobor untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, D4 Bidan pendidik. 

Saat injury time, dikala maba gelombang terkhir ujian pada hari senin, saya baru on the way hari sabtu.  Menempuh jarak lebih dari 12 jam dengan kapal PELNI, the power of  kepepet kembali menujukkan tajinya, eh taringnya, atau jambulnya oke whatever apa namanya. 

Saya akhirnya bergabung dengan civitas STIKes Mega Rezky Makassar dan wisuda 1 tahun kemudian, tepatnya 21 Oktober 2014 dengan gelar S.ST (Sarjana Sains Terapan)

Sampai saat menulis draft dan memposting tulisan ini, saya masih betah di kota daeng (Makassar). 

Meskipun minggu minggu pertama berada di kota ini selalu mengundang air mata karena rindu kampung halaman. Saya akhirnya survive hingga hampir 3 tahun 😁


Saat ini, saya tengah melanjutkan studi pada jenjang S2 di Universitas Hasanuddin (akhirnya negeri juga 🙆🏻) dengan tetap konsisten mengambil S2 kebidanan.

So, entah pilihan atau kecelakaan. Kenyataannya saya sudah menggeluti bidang ini hingga nyaris ke tahap magister.

Cukup cintai apa yang kamu miliki, syukuri selanjutnya lihat kerja Tuhan.